hati atau pikiran cerah

ketika nda berjalan di tempat yang gelap, maka anda memerlukan terang. ketika anda berjalan diterang hari, anda tidak memerlukan cahaya. ketika anda berjalan antara gelap dan terang, anda pantas menggunakan dian atau senter.

menjadi bahan tertawaan ketika orang tersandung dan jatuh di siang hari, namun banyak orang berdecak kagum ketika orang mampu berjalan di malam hari tanpa lampu.

entah kita berjalan siang atau malam, pagi atau sore yang terpenting adalah kita berjalan dengan aman. cahaya hati dan cahaya pikiranlah membuat kita mampu melangkah secara aman dalam keadaan waktu.

penetasan walet

setahun yang lalu penetasan walet di purisadhana dari 200 butir hidup 3 ekor. selanjutnya menetaskan 100 butir hidup 16 ekor. agustus 2011 menetaskan 300 butir hidup 150 ekor. september awal menetaskan 900 butir hidup 5 ekor. sekarang menetaskan 100 butir masih hidup 20 ekor dan yang lain dalam proses penetasan.

ketika orang berambisi seringkali justru kurang cermat. kita perlu melangkah setapak demi setapak sesuai dengan kondisi kita.

kebun sahang 12 november 2011

Integritas

jakarta, 17 maret 2011

Hari kamis pastor berangkat bersama dengan dua keluarga yakni keluarga bapak win – silvia dan bapak sungkono – lenny. Kami memilih makan di salah satu restoran mie daging sapi di jalan mangga besar Jakarta pusat. Pak sungkono bersama rombongan masuk ke restoran memesan makanan, sedangkan pastor dengan bapak win menuju ke tempat penjual duren di depan restoran tersebut.

Setelah kami duduk, pak win meminta si penjual untuk memilihkan durian medan berkwalitas manis bercampur pahit. Si penjual segera mencarikan durian untuk kami berdua. “Ini pasti manis! Silahkan memakannya!”

Kami berdua segera memakan durian yang sudah dibuka di atas meja. Iklan manis pahit penjual duren baru teruji setelah lidah kami mencicipinya. “Wuah ternyata hambar!” ketika ikan si penjual berbeda dengan apa yang kami rasakan, membuat kami kecewa. Merasakan betapa hambar si durian pilihan si penjual, kami protes, “kok hambar?”

Si penjual memilih-milih durian. Sekali waktu ia memukul-mukul durian atau menciumi durian. Sikapnya seolah mau meyakinkan pembeli bahwa dirinya sungguh professional di bidangnya. “Nah silahkan dimakan! Kalau yang ini tidak manis, maka anda tidak perlu membayarnya!”

Melihat keyakinan si penjual, kami segera melahap durian di hadapan kami. Karena kami pikir jika durian enggak manis maka enggak dibayar. Wuah betul. Ternyata enggak manis! “Lha ini juga enggak manis juga.” Ujar pak win.

Melihat berulangkali iklan si penjual hanya manis di bibir, kami akhirnya berpindah di lain tempat. “berapakah mas?” Tanya pak win. Si penjual bilang, “oh Cuma 40.000/butir mas! Dikalikan saja yang mas makan!”

Pak win cengar cengir sembari kami beradu pandang. Setelah kami membayar durian, kami berpindah tempat di sebelahnya dengan merk lain. Pengalaman di tempat ini juga tidak jauh berbeda dengan pengalaman pertama.

Pak win dan pastor titus merasa kecewa karena ucapan si penjual berbeda dengan kenyataan. Ketika kita bertutur kata berbeda dengan perilaku kita tentu bisa mengecewakan orang lain. Nasehat kakek, “milikilah integritas! Konsistenlah dengan nuranimu, nak!”

Sikap Bersyukur

jakarta, 20 maret 2011

Kebanyakan orang mengucapkan syukur atau terimakasih setelah memperoleh sesuatu dari orang lain atau Tuhan. Misalkan orang tua kita memberi uang dan kita berucap makasih pak. Jarang orang mengembangkan syukur atau terimakasih sebelum menerima sesuatu dari orang lain atau Tuhan. Misalkan, terimakasih Tuhan karena engkau sudah memberi saya rumah burung walet dengan sarang burung walet 5 kg/bulan. Padahal ketika mengucapkan terimakasih, kita belum mendapatkan sarang burung walet itu atau belum memiliki gedung walet. Padahal justru letak kunci kesuksesan salah satunya adalah bersyukur sebelum menerima.

Demikian juga manusia sulit mengucapkan terimakasih kepada Tuhan ketika ia mengalami kesulitan karena bencana atau orang lain. Bahkan orang sangat sulit berterimakasih kepada orang yang justru melukai kita melalui tutur katga atau perbuatan kita. Padahal justru ketika kita merasa sakit dengan perilaku orang atau alam, di situlah diri kita yang asli tampak dan justru melaluinyalah kita mampu meraih kesempurnaan.

Menurut kawanku, keberhasilan-kesempurnaan, mendapat hal baik atau hal buruk merupakan bentuk kesempurnaan manusia sebagai sang creator atas hidup kita dengan kerjasama rahmat Tuhan.

Salam dari atas mobil menuju ke bandara soekarno hatta.

Tuyul!

Kuningan, 20 maret 2011

Ketika pastor duduk di beranda, pastor melihat seorang ibu muda beranak dua bertengkar dg suaminya gara-gara si isteri lupa menaruh kunci sepeda motor. Si suami,”Dasar ceroboh!Gantungan kunci motor khan besar” Si isteri membalas,”kemarin aku suruh kamu pegang,tetapi kamu gak mau! Aku sudah mencari-cari 3 hari,tetapi dimanapun enggak kutemukan!”

Ketika Pertengkaran semakin memanas seorang ibu tua menyela,”hiya memang. Disini ada tuyul! Berlianku juga pernah dicuri tuyul!” Mendengar ibu tua tersebut, pasangan muda itu saling pandang ke arah ibu tua itu. Dalam hitungan detik suasana cair. Keduanya kembali akrab. Si tuyul sebagai kambing hitam mencairkan situasi tegang.

Banyak orang mengkambinghitamkan orang lain, bukannya bertanggungjawab atas kesalahan dan memetik hikmah sebagai pembelajaran untuk di kemudian hari. Kata kakek,”hanya orang yang berani mengakui kesalahan dan berjuang memperbaikinya, ia dimampukan untuk berkembang.”

Kere Melahirkan Kere!

jakarta, 23 maret 2011

Baru saja pastor pulang ke kampung halaman di kuningan jogjakarta. Di sana pastor bertemu dengan kawan-kawan sekampung. terbersit rasa heran melihat suasana di sana. Mbah warno dulu jaman pastor SD, membuka warung sayur, sekarang bu slamet anak mbah warno meneruskan usaha buka warung. Mami anak bu slamet sekarang meneruskan warung yang biasa dijaga oleh bu slamet.

Bapak paijan berjualan bensin di tepi jalan di jalan Colombo di depan SD Negeri 1 yogyakarta, sekarang dia pun juga masih berjualan di tempat yang sama dengan gerobak yang sama. Salah seorang anak pak slamet setelah menikah juga berjualan bensin eceran sepanjang masa.

Mas jono, anak bapak selamet ketika pastor masih SMA bekerja menjaga parkir di kolam renang IKIP Yogjayarta. Lha sekarang dia masih setia menjaga parkir itu dengan dibantu oleh anaknya yang sudah besar dan anak si enu kakak si jono.

Orang tua isteri enu membuka warung di pojok kampung kuningan ketika pastor masih SMU. Nah sekarang istrinya itu juga membuka warung di tempat yang sama.

Bapak Tukul membuka warung di pintu gerbang kampung kuningan Yogyakarta ketika pastor masih SMU. Lha sekarang warung itu diteruskan oleh Sugiharto anaknya. tempat jualannya lebih kecil daripada warung orang tuanya.

Bu Unah – pak sukir membuka warung makan di depan kolam renang karang malang Yogyakarta ketika pastor SMU. Eh sekarang yang berjualan anak puterinya yang sudah menikah.

Lingkungan kita sangat berpengaruh banyak terhadap perkembangan otak, emosi, kerohanian dan fisik seseorang. Hanya orang yang mampu mengadakan loncatan dari kotak lingkungan kecil, ialah yang mengalami kesuksesan. ketika orang tidak berani keluar dari kotak, maka kere melahirkan kere.

salam dari atas mobil dalam perjalanan dari pecenongan jakarta selatan menuju ke kelapa gading jakarta pusat.

Servomecanism atau Anugerah

purisadhana, 28 maret 2011

Restoran Jepang di sebuah hotel di Jakarta pusat sangat ramai dengan para pelanggan pagi, siang dan malam. Setelah pemilik pertama menjual kepada pemilik kedua,90%pelanggan setia lenyap. Padahal koki, seluruh karyawan, tempat, dan lain-lain masih tetap sama. Yang berubah hanyalah pemilik restoran.

Khawatir akan bangkrut usahanya, pemilik kedua menjual kepada pemilik ketiga. Sekarang restoran jepang tersebut sudah berjalan delapan bulan. Di tangan pemilik ketiga pelanggan yang biasa datang ketika dimiliki oleh pemilik pertama kembali berdatangan siang dan malam.

Apa yang menarik dari kisah tersebut? Kemanakah para pelanggan ketika dipegang oleh pemilik kedua? Bagaimana mungkin pemilik ketiga memulihkan keadaan dalam tempo yang sangat singkat? Sebagian orang meyakini bahwa manusia berusaha sedangkan Tuhanlah penentu sukses atau gagal. Yang lain lagi berpendapat bahwa semua itu terjadi karena servomechanism si pemilik perusahaan.

Dari tanah kembali ke tanah

purisadhana, 28 maret 2011

Sindoro putri atau pohon aren/kabung ketika dewasa tumbuh Bluluk. Bluluk setelah 2-3 bulan menjadi manggar. Batang manggar dipukul 3 hari sekali dengan kelembutan hati. Ukuran pukulan adalah tangan kita, jika pukulan kita ke tangan kita nyaman, maka batang manggar juga merasa nyaman. Pukulan kuat justru membuat batang manggar hancur atau hasil air aren sangat sedikit.
Bunga manggar diikat dengan tali. Tali tersebut setiap 3 hari sekali digoyang-goyang 200x goyangan. Goyangan baru berhenti setelah bunga manggar mekar. Setelah manggar tersebut mekar, bagian ujung dipotong memakai pisau tajam. Dari ujung batang itulah mengalir air aren/gula kabung. Air yang mengalir tersebut ditampung di ember atau tempat yang mudah dibawa ketika memanjat pohon aren. Di dalam ember diberi akar ube-ube untuk mencegah air aren basi. Jika ember tersebut tidak diberi ube-ube maka sehari aren sudah basi dan tidak bisa diolah menjadi gula kabung. Masing-masing pohon menghasilkan air aren berbeda-beda sesuai dengan cuaca, besar atau kecil pohon, kemahiran pemilik aren, dll. Batang manggar yang baru dipotong, bisa menghasilkan 25 – 35 liter air.
Setelah air aren ditampung di ember, ia disaring dengan saringan 0,5. Air yang sudah bersih tersebut dimasukkan kedalam kuali atau wajan untuk dimasak. Air aren dipanaskan hingga mendidih. Kita membiarkan air aren mendidih hingga mengental. Setelah kadar air sudah berkurang dan mengental, barulah cairan gula aren yang sudah mengental tersebut dituangkan kedalam cetakan-cetakan yang kita kehendaki. Kita bisa mencetak dalam bentuk bulat atau bujur sangkar.

Satu batang manggar bisa diambil oleh pemiliknya sehari dua kali selama empat sampai lima bulan. Semakin mendekati pangkal pohon, semakin berkuranglah air yang mengalir dari batang manggar. Setelah batang tersebut habis diperas airnya setiap hari selama 5 bulan, bluluk selanjutnya akan tumbuh di bawah batang manggar. Begitulah siklus memanen air pohon aren untuk dibuat menjadi gula aren/kabung.
Jika diperhatikan bluluk yang tumbuh semakin tua, justru semakin mendekati tanah. Hal tersebut berbeda dengan buah kelapa, yang semakin tua buah kelapa semakin ke atas. Ketika dahan bluluk menyentuh ke tanah, pertanda matilah pohon/pokok pohon aren.
Pohon aren mengajar manusia bersikap rendah hati. Semakin manusia besar atau dewasa, justru dia semakin merunduk mendekati bumi agar selalu waspada dan ingat bahwa manusia berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah. Kesadaran akan asal usul ini menghantar manusia untuk semakin bersikap rendah hati.

menyentuh batang mangBatang pohon aren bisa diambil airnya setiap hari 2x pagi dan sore selama 4-5bulan. Setelah 5 bulan pohon aren kembali mengeluarkan bluluk di bawah dari letak bluluk sebelumnya. Begitu siklus bluluk – manggar, bertumbuh dari atas ke bawah mendekati bumi. Setelah bluluk – manggar tersebut tumbuh menyentuh bumi, matilah dia: dari tanah kembali menjadi tanah. Manusia semakin bertambah umur semakin merunduk dan kembali menjadi debu/tanah. Siklus ini mengajar kita bersikap rendah hati: makin tinggi makin rendah hati. Salam dari kebun pangkul pangkalpinang bangka

Modeling

modeling

7 maret 2011, senin.

Caecar berumur 4th.Ia setiap hari berteman dg anjing,puri,kucing&anak-anak kucing.karena di rumah retret jarang anak-anak sebaya dengannya.semalam jam 1945wib pastor sempat mempelajari perilaku caecar ketika bermain dg puri(anjing jantan)&kucing(anjing betina).

ketika puri duduk,caecar duduk.ketika keempat kaki puri berselonjor,caecar tidur tengkurap.ketika puri berdiri,caecar berdiri.ketika puri berlari,caecar berlari.ketika kucing bergulingan,caecar ikut bergulingan di lantai.berulangkali ia mengelus-elus puri sembari mencium moncong puri:perilaku mengelus-mencium caecar sama persis ketika ibu kandung caecar mengelus-elus caecar sembari mencium bibir caecar.Ia jg peluk leher puri berulang-ulang sembari meletakkan kepalanya di kepala puri (besar kedua kepala serupa)=ini jg mirip dg perilaku ibu kandungnya setiap hari terhadap caecar.Sekali waktu si kucing dibentak,”kurang ajar atau bodoh!” = perilaku memaki&bahkan nada bentakan ini sama persis ketika ia dibentak ibunya.

perbendaharaan kata caecar untuk bicara dg kedua anjing bersumber dari kedua orang tua atau orang-orang dewasa yg hdp bersamanya.sekali waktu si kucing dipukul memakai pipa1/2inci sembari berteriak,”nakal!”:persis ibunya terkadang memukul caecar sambil mengatai nakal.ia menyayangi puri/jantan&sering membentak-memukul-mengusir kucing/betina.

perilaku caecar memodel perilaku orangtua atau orang2 disekelilingnya&caecar sudah memodel perilaku anjing.sehingga si puri ngerti diajak salaman,diminta duduk,diajak berlari,diajak baring di lantai,dsb.Semoga dikemudian hari ia menjadi pecinta maklhuk hidup.Salam&doa dr rumah retret purisadhana pangkalpinang.

minggu 6 maret 2011

Ketika pastor ekaristi tgl 6 maret 2011 di gereja stasi st petrus paroki st yosef katedral spontan muncul bayangan. Bayangan itu tampil seperti film yg tersimpan dalam sekeping cd. Menceritakan kisah tentang pastor yg sedang menyalami semua umat yg keluar dari gereja di depan gereja. Ketika asyik menyalami umat, seseorang menyodorkan tangannya dg amplop di tangan sembari berucap lirih,”terimakasih pastor.” Setelah amplop itu berpindah tangan, dia pergi. Kepingan memori itu terputar cepat tanpa disengaja utk diputar alias otomatis.

Tradisi pastor setiap selesai memimpin ekaristi dimanapun juga,pasti pastor memberi salam kepada umat di depan gereja. Ditengah-tengah kesibukan menyalami semua umat yg keluar dari gereja 6 maret 2011 di greja st petrus kp jeruk pangkalpinang bangka , seseorang menyodorkan tangannya dengan amplop di tangan sembari berucap,”terimakasih pastor.”

Yang menarik dari fenomena ini bukan jumlah uang atau persoalan uang. Yang menarik adalah kejadian orang yang memberi uang dalam amplop itu sudah muncul dalam pikiran ketika berdoa spontan 1 jam sebelumnya. Kisah nyata di atas merupakan kebetulan atau sekurang-kurangnya orang bebas memberikan sesuatu kepada siapapun yg dikehendakinya.Demikian juga Tuhan bebas menucurahi anugerah kepada siapapun yg Dia kehendaki.salam&doa dari rumah retret purisadhana.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.