Arsip Bulanan: Juli 2010

Mulai yang tampak

Purisadhana, 31 juli 2010 “Jika kita tidak bisa mencintai orang-orang yg dapat kita lihat, bagaimana kita bisa mencintai Tuhan yg tak terlihat?” Santa theresia dari kalkuta. Jika kita tidak bisa mengerjakan atau mencintai hal-hal kecil, bagaimana kita bisa mengerjakan atau mencintai hal-hal besar.” Jika kita tidak mau melangkah satu langkah, bagaimana mungkin kita bisa melangkah [...]

Berubah

Purisadhana, 30 juli 2010 Kita sekarang bukanlah kemarin. Kita besok bukanlah sekarang&sekarang bukanlah kemarin. Setiap hari kita berbeda atau berubah. Menjadi manusia baru di dalam Tuhan berarti menanggalkan manusia lama. Kesalahan atau dosa sesama&diri kemarin ditanggalkan dibelakang atau di samping. Kita melangkah dengan hati baru-semangat baru-pikiran baru-perasaan baru untuk menjalani hari baru di dalam Tuhan. [...]

mentransendensi

Purisadhana, 22 juli 2010 Kamu melihat tetapi tidak melihat. Kamu mendengar, tetapi kamu tidak mendengar. Kamu membaui tetapi tidak bau. Kamu meraba tetapi kamu tidak merasa. Kamu mengecap tetapi tidak terasa.” Kita belajar melihat di balik yang terlihat. Kita menangkap dibalik suara-suara yang kita dengar. Kita merasakan dibalik yang kita rasakan secara inderawi. Kita belajar [...]

Mentari

Purisadhana, 21 juli 2010 Matahari menyinari setiap sudut purisadhana.Setiap orang bekerja di bidang msg dg semangat.Yesus cahaya kehidupan juga menyinari sudut hati anda yg gelap atau remang2.Spirit Yesus memacu kita berkarya memperindah dunia.Apakah cahaya Yesus sudah bersinar sampai di sudut hati anda yang gelap dan dalam atau terhalang oleh kabut kelemahan/dosa?

bertemu Yesus

Bertemu dengan yesus dalam diri orang menderita: ada seorang tabib. Dia setiap hari dia menjual obat. Ketika ia sibuk melayani pembeli datanglah seorang lelaki tua renta dg baju sederhana. Sembari terbatuk2 ia minta tolong kepada sang tabib utk obat batuk&angin.tabib itu memberikan racikan dari leluhur mujarab untuknya.ketika lelaki tua renta itu mau membayar,si tabib berujar,”pulanglah [...]

Keheningan

Purisadhana, 19 juli 2010 Sebagian besar para peserta retret tidak betah berada di tempat keheningan. Padahal Yesus beberapa kali berdoa justru mencari di tempat sunyi – hening. Faktor apa yang menyebabkan semua itu? Kita terbiasa sejak dari bangun tidur hingga menjelang tidur dicekoki dengan ribuan suara dari media elektronik atau koran. Ketika orang dicekoki dengan [...]

Sumbu Berkedip Tidak Dipadamkan

Purisadhana, 17 juli 2010 “Buluh yang terkulai tidak akan dipatahkan. Sumbu yang berkedip-kedip tidak akan dipadamkan” orang jatuh tidak ditimpa tangga. Orang tersungkur tidak ditendang lagi. Dia memberi kesempatan tegak atau menyala kembali, jatuh dan bangun lagi. Di saat semangat kita hari kemarin atau hari ini berkedip-kedip atau terkulai, hari ini kita tegak kembali dengan [...]

perasaan sekejap

13 juli 2010, puri sadhana Perasaan bersifat sementara. Ketika kita memiliki perasaan buruk, sadarilah bahwa perasaan itu sebentar akan berganti menjadi perasaan baik. Seperti awan di langit. Tak selamanya langit itu kelabu, sekali waktu langit bisa cerah. Angin akan meniup awan dan membiarkan cahaya bersinar. Roh Tuhan akan meniup kegalauan dan membiarkan hati gembira. Semoga [...]

Menjadi Besar

Purisadhana, 12 Juli 2010 Badak makan rumput.gajah makan rumput.sapi makan rumput.kuda nil makan rumput.kerbau makan rumput.jerapah makan rumput.sekalipun mereka makan rumput,tubuh mereka besar&kuat.ikan paus memakan plangton.badan ikan paus sangat besar sekalipun makanannya plankon kecil.yohanes pemandi makan madu-belalang-kacang kacangan.Ia adalah orang besar sekalipun ia hanya makan biji-bijian-madu-belalang.ketika gajah mati membusuk,ia dimakan oleh maklhuk sangat kecil.manusia mampu [...]

sesamaku

Puri sadhana, 11 Juli 2010 Siapakah sesamaku? Dia adalah dirimu yg menderita&sesama yg menderita.didalam sesama menderita terdapat bagian diri kita yg menderita.manakala kita melihat diri kita di dalam diri sesama yg menderita mk kita lebih mudah berempati&tergerak hati oleh belaskasih kepada sesama yg menderita.Melayani orang yg menderita identik dengan melayani diri sendiri yg sedang menderita.jika [...]

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.