Puri sadhana, rabu 2010
Sekelompok ayam dilepas bebas mencari makan di alam bebas. Dalam pencariannya mereka menemukan sayur sawi, sayur bayam, sayur kangkung, dll yang dibuang oleh si petani. Setelah para ayam merasakan betapa enaknya sayuran itu, mereka mengendus bahwa di ladang pak tani berlimpah sayuran di halaman rumahnya. Para ayam berbondong2 menyerbu kesana setiap hari. Pak tani menjadi sedih melihat kekurangsopanan si ayam. Dia protes dengan si pemilik ayam. Si pemilik ayam mengerti kesedihan si petani, ia mengurung semua ayam di dalam kandang. Selama di dalam kandang ayam itu diberi makan jagung, dedak, bekicot, kelapa, bungkil tahu, pelet. Selama ayam dikurung, pak tani bergembira tanaman sayur aman dari serangan para ayam. Setelah para ayam dikurung 3bulan, mereka dilepas ke alam bebas. Pendidikan tentang pola makan, pola hidup mengubah para ayam. Setellah melalui pendidikan ala ayam, para ayam tidak lagi makan sayur. Kok bisa ya ayam lupa dengan makanan kesukaanya, sayur? Sekiranya manusia bisa meneladani sikap seperti itu maka pastor yakin melupakan kesenangan atau kepahitan masa lalu dengan mengubah hidupnya (bertobat) ke arah hidup baru: cara makan baru, cara hidup baru, cara bertindak baru, cara berfikir baru, cara mencari rejeki baru (gak mencuri sayur orang), gak terikat dengan kepahitan masa lalu. Nah semoga kisah nyata dari puri sadhana sungguh menginspirasi hidup kita pada hari ini dalam meraih kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan di akhirat.
Komentar
menurut saya cerita ini inspiratif sekali romo.Romo,setelh retret waktu itu syukurlah,saya mulai bisa tidak menyimpan dendam.Walau masih merasa marah klo sudah beberapa saat juga lupa sendiri dia ngapain..^_^.Tapi selepas lingkungn retret banyak sekali godaan yang bisa membuatku lupa ajaran retret.Makany saya senang bisa menemukan situs ini untuk menenangkan diri.Romo,saya sebenarnya merasa butuh bimbingan.Sebenarnya entah sejak kpn saya punya ketakutan sendiri terhadap suasana sepi.Klau berada sendiri di tempt sepi saya selalu merasa yg aneh-aneh bhkn di rumah sndiri sja saya takut.Walau berp kali mencoba saya tetap susah mengatasinya.Bagaimana sebaiknya romo?Trims.. dari karlna,peserta retret 9a SMP theresia